Sebagai lembaga pendidikan yang baru memulai kiprahnya
di dunia pendidikan, tentu saja kami terus melakukan sosialisasi ke berbagai
kalangan. Seperti orang tua teman sekolah anak, teman arisan, tetangga, teman
pengajian, dan beberapa personal yang sempat kami temui dan datang ke sekolah kami. Konsep sekolah yang mengadopsi “Sekolahnya
Manusia” yang dipelopori Bapak Munif Chatib, kami menjelaskan mengenai “Multiple Intelligence” dan wacana bahwa
kami adalah “School is Agent Of Change”. Dimana kami ingin siapa pun yang ada di
sekolah kami dan yang berhubungan dengan sekolah yaitu guru, murid, karyawan,
dan orang tua adalah “Agent of Change”.
Lebih luas
lagi kami menginginkan sekolah kami berperan sebagai agen peubah terutama
kondisi siswanya yang dari kondisi tidak tahu menjadi tahu. Dan juga kondisi orang tua sebagai mitra
sekolah mendidik anak-anaknya di rumah sehingga muncul kekuatan yang sinergis
untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya.
Kecerdasan
setiap anak memiliki kecenderungan jenis kecerdasan yang berbeda-beda, ada yang
dominan kinestetis, audio, visual spasial, matematis logis, naturalis,
linguistic, musik, interpersonal ataupun intrapersonal (Howard Gardner) yang digunakan
untuk bahan strategi mengajar guru dalam membuat rencana program pembelajaran (lesson plan). Dimana proses belajar sekolah manusia itu
dimulai dari brain (kecerdasan anak),
digunakan guru untuk membuat strategi mengajar, dan langsung diarahkan membuat
produk yang “hopefully” bernilai benefit.
Kurikulum 2013
dari pemerintah merupakan kurikulum minimal yang kami laksanakan, tapi kami
memaksimalkannya dengan membuat kurikulum sendiri berdasarkan potensi distrik
dan kebutuhan siswa/i nya (muatan lokal).
Potensi distrik kami dikelilingi pertanian ladang seperti jagung, ubi,
singkong dan tanaman sayuran. Bidang
perikanan juga banyak masyarakat yang membudidayakan ikan mas, lele, gurame dan
produksi ikan hias yang memasok kebutuhan pasar tradisional. Dari segi sosial ekonomi masyarakat juga akan
kami manfaatkan sebagai sumber kurikulum kami, seperti kegiatan ekonomi ibu-ibu
rumah tangga yang berdaya guna memproduksi kue-kue basah dan jasa perdagangan
lainnya. Kekuatan ekonomi masyarakat
yang bekerja diberbagai sektor produksi dan jasa yang tersebar di daerah perkotaan
yang menyebabkan perbedaan kesejahteraan keluarga, juga menarik untuk menjadi
kajian siswa/siswi dalam kegiatan “Discovering Ability”.
Strategi
belajar yang diterapkan “Multiple Intelligence”
adalah “Active Learning” artinya
siswa yang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dimana siswa/i
diarahkan siswa tahu apa yang harus dikerjakan (Problem Base Learning) dan siswa bisa apa sampai menghasilkan
produk (Project Base Learning). Melalui pendekatan scientific (Amati, Tanya, Menalar, Coba dan Presentasi) yang
diterapkan dalam rencana proses pengajaran diharapkan situasi belajar menjadi “student Centre” bukan “Teacher Centre”.
Konsep
lingkungan (environment) juga
diterapkan melalui program “Eco School”
dan “Out Bound” yang akan mendekatkan
siswa/i ke alam sebagai sumber kehidupan.
Program yang lain yaitu “Service
Learning” yang akan menjadikan siswa/i sebagai pribadi yang melayani dan
berbagi dengan lingkungan sekitarnya.
Diharapkan
dengan kurikulum yang baik dan metode mengajar yang tepat dan menyenang-kan menjadikan
siswa memiliki kreativitas, daya inovatif dan kepribadian yang kuat (Character Building) berdasarkan nilai-nilai
agama sehingga mempunyai kekuatan percaya
diri dan problem solving dimanapun dia berada.
Sehingga kemandirian terbentuk untuk menjadi “Agent of Change” di tengah lingkungan masyarakat.
Mudah-mudahan
wacana “Sekolahnya Manusia”melalui pendidikan karakter yang komprehensif dan terintegrasi
dapat diterima di tengah masyarakat dan menjadi pengetahuan baru untuk bekal
mendidik anak-anak kita yang akan menyongsong masa depan yang lebih
baik....Amiin.