Perkembangan zaman yang
semakin keras (bad environment)
menuntut kerjasama mutlak antara pihak orang tua/wali dan sekolah/guru yang
akan menjadi kekuatan dahsyat untuk membekali siswa menghadapinya.
Nah untuk itu perlu
kesepakatan untuk terjalinnya persahabatan yang baik antara orang tua dan guru demi
kemajuan anak-anak, yaitu :
Saling
menghormati dan menghargai, karena sekolah dan guru adalah institusi
sumber daya manusia tingkat tinggi karena para guru / sekolah dengan seluruh
daya upaya berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswanya bahkan
sampai hal-hal yang kecil. Dan juga mengajar adalah
pekerjaan yang rumit, karena sifatnya yang dinamis menghadapi manusia yang
banyak memiliki keinginan sehingga menjadi kompleks, maka itu perlu didukung oleh
semua pihak, apalagi orang tua. Hendaknya orang tua membantu semaksimal
mungkin bila ada anaknya yang mengalami kesulitan belajar dengan cara mengkomunikasikan dengan santun
kepada pihak sekolah. Atau hal-hal lainnya
seperti kritikan yang membangun.
Mementingkan
proses daripada hasil belajar. Jadi setiap anak hendaknya mendapat apresiasi
dari orang tua apapun hasilnya. Seperti
ucapan kalau anaknya mendapat nilai rendah “ Ayo…besok pasti kamu bisa mendapat
yang lebih baik lagi”
Nah oleh sebab itu kognitif/akademik bukanlah yang utama,
tapi kemampuan emosional yang baik, problem
solver, kemampuan psikomotor dan
afektifnya yang nantinya akan dipakai didunia kerja dan kehidupan nyatanya kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar