Rabu, 17 September 2014

Arti sahabat antara “Orang Tua/Wali” dan “Guru”

Judul ini saya sampaikan pada acara Quality Time/Parenting ke 2 pada hari Jum'at tanggal 22 September 2014 di SD Chandra Buana.



Perkembangan zaman yang semakin keras (bad environment) menuntut kerjasama mutlak antara pihak orang tua/wali dan sekolah/guru yang akan menjadi kekuatan dahsyat untuk membekali siswa menghadapinya.
Nah untuk itu perlu kesepakatan untuk terjalinnya persahabatan yang baik antara orang tua dan guru demi kemajuan anak-anak, yaitu :
Saling menghormati dan menghargai, karena sekolah dan guru adalah institusi sumber daya manusia tingkat tinggi karena para guru / sekolah dengan seluruh daya upaya berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswanya bahkan sampai hal-hal yang kecil.  Dan juga mengajar adalah pekerjaan yang rumit, karena sifatnya yang dinamis menghadapi manusia yang banyak memiliki  keinginan sehingga menjadi kompleks, maka itu perlu didukung oleh semua pihak, apalagi orang tua.  Hendaknya orang tua membantu semaksimal mungkin bila ada anaknya yang mengalami kesulitan belajar dengan cara mengkomunikasikan dengan santun kepada pihak sekolah.  Atau hal-hal lainnya seperti kritikan yang membangun.
Mementingkan proses daripada hasil belajar.  Jadi setiap anak hendaknya mendapat apresiasi dari orang tua apapun hasilnya.  Seperti ucapan kalau anaknya mendapat nilai rendah “ Ayo…besok pasti kamu bisa mendapat yang lebih baik lagi”
Nah oleh sebab itu kognitif/akademik bukanlah yang utama, tapi kemampuan emosional yang baik, problem solver,  kemampuan psikomotor dan afektifnya yang nantinya akan dipakai didunia kerja dan kehidupan nyatanya kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar