Selasa, 09 September 2014

Membuka Wacana "Sekolahnya Manusia" SD Chandra Buana



Sebagai lembaga pendidikan yang baru memulai kiprahnya di dunia pendidikan, tentu saja kami terus melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan. Seperti orang tua teman sekolah anak, teman arisan, tetangga, teman pengajian, dan beberapa personal yang sempat kami temui dan datang ke sekolah kami.  Konsep sekolah yang mengadopsi “Sekolahnya Manusia” yang dipelopori Bapak Munif Chatib, kami menjelaskan mengenai “Multiple Intelligence” dan wacana bahwa kami adalah “School is Agent Of Change”.  Dimana kami ingin siapa pun yang ada di sekolah kami dan yang berhubungan dengan sekolah yaitu guru, murid, karyawan, dan orang tua adalah “Agent of Change”.
Lebih luas lagi kami menginginkan sekolah kami berperan sebagai agen peubah terutama kondisi siswanya yang dari kondisi tidak tahu menjadi tahu.  Dan juga kondisi orang tua sebagai mitra sekolah mendidik anak-anaknya di rumah sehingga muncul kekuatan yang sinergis untuk kemajuan pendidikan anak-anaknya.
Kecerdasan setiap anak memiliki kecenderungan jenis kecerdasan yang berbeda-beda, ada yang dominan kinestetis, audio, visual spasial, matematis logis, naturalis, linguistic, musik, interpersonal ataupun intrapersonal (Howard Gardner) yang digunakan untuk bahan strategi mengajar guru dalam membuat rencana program pembelajaran (lesson plan).  Dimana proses belajar sekolah manusia itu dimulai dari brain (kecerdasan anak), digunakan guru untuk membuat strategi mengajar, dan langsung diarahkan membuat produk yang “hopefully” bernilai benefit.
Kurikulum 2013 dari pemerintah merupakan kurikulum minimal yang kami laksanakan, tapi kami memaksimalkannya dengan membuat kurikulum sendiri berdasarkan potensi distrik dan kebutuhan siswa/i nya (muatan lokal).  Potensi distrik kami dikelilingi pertanian ladang seperti jagung, ubi, singkong dan tanaman sayuran.  Bidang perikanan juga banyak masyarakat yang membudidayakan ikan mas, lele, gurame dan produksi ikan hias yang memasok kebutuhan pasar tradisional.  Dari segi sosial ekonomi masyarakat juga akan kami manfaatkan sebagai sumber kurikulum kami, seperti kegiatan ekonomi ibu-ibu rumah tangga yang berdaya guna memproduksi kue-kue basah dan jasa perdagangan lainnya.  Kekuatan ekonomi masyarakat yang bekerja diberbagai sektor produksi dan jasa yang tersebar di daerah perkotaan yang menyebabkan perbedaan kesejahteraan keluarga, juga menarik untuk menjadi kajian siswa/siswi dalam kegiatan “Discovering Ability”.
Strategi belajar yang diterapkan “Multiple Intelligence” adalah “Active Learning” artinya siswa yang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dimana siswa/i diarahkan siswa tahu apa yang harus dikerjakan (Problem Base Learning) dan siswa bisa apa sampai menghasilkan produk (Project Base Learning).  Melalui pendekatan scientific (Amati, Tanya, Menalar, Coba dan Presentasi) yang diterapkan dalam rencana proses pengajaran diharapkan situasi belajar menjadi “student Centre” bukan “Teacher Centre”.
Konsep lingkungan (environment) juga diterapkan melalui program “Eco School” dan “Out Bound” yang akan mendekatkan siswa/i ke alam sebagai sumber kehidupan.  Program yang lain yaitu “Service Learning” yang akan menjadikan siswa/i sebagai pribadi yang melayani dan berbagi dengan lingkungan sekitarnya.
Diharapkan dengan kurikulum yang baik dan metode mengajar yang tepat dan menyenang-kan menjadikan siswa memiliki kreativitas, daya inovatif dan kepribadian yang kuat (Character Building) berdasarkan nilai-nilai agama sehingga mempunyai kekuatan  percaya diri dan problem solving dimanapun dia berada.  Sehingga kemandirian terbentuk untuk menjadi “Agent of Change” di tengah lingkungan masyarakat.
Mudah-mudahan wacana “Sekolahnya Manusia”melalui pendidikan karakter yang komprehensif dan terintegrasi dapat diterima di tengah masyarakat dan menjadi pengetahuan baru untuk bekal mendidik anak-anak kita yang akan menyongsong masa depan yang lebih baik....Amiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar